Rabu, 26 November 2014

Perkembangan Bahasa Indonesia



Perkembangan Bangsa dan Bahasa Indonesia

Pada dasarnya bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu. Bahasa indonesia diawali sejak diangkatnya “Sumpah Pemuda”, 28 Oktober 1928 untuk menghindari kesan=kesan “Imperialisme Bahasa” apabila bahasa melayu tetap digunakan.
SUMPAH PEMUDA
-          Kami putra-putri indonesia mengaku bertumpah darah satu tanah air indonesia
-          Kami putra-putri indonesia mengaku berbangsa satu bangsa indonesia
-          Kami putra putri indonesia mengaku berbangsa satu bahasa indonesia
Pada tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin menyusulkan agar bahasa melayu menjadi bahasa indonesia persatuan indonesia
Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun tata bahasa baru bahasa indonesia.
Tanggal 16 Agustus 1972 H.M. Soeharto, presiden RI meresmikan penggunaaan ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan (EYD) melalui pidato keanegaraan dihadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan keputusan, presiden No-57 tahun 1972.
25-28 Juni 1938 Kongres Bahasa Indonesia I
28-2 November II di Medan di Solo
28-2 November III di Jakarta
Alasan Bahasa
-          Lingua-franca
-          Struktur sederhana
-          Suka Rela
-          Fleksibel > menerima pengaruh dari bahasa lain, bahasa asing dan daerah.
Gajah mada bersumpah “Sumpah Palapa”
-          Plakonial : zaman kerajaan Hindu, Budha, Islam
-          Kolonial : 1908 Ejaan Van Ophysen
                 1908 Budi Utomo
                 1918 Koran
                 1917 Balai Pustaka (Taman Bacaan)
                 1933 Pujangga Baru
                 1938 Kongres I B.Indonesia
-          Orla (Orde Lama) : 17 Agustus 1947 Ejaan Suwandi
                                1954 Kongres II di Medan
-          Orba (Orde Baru) : 16 Agustus 1972 EYD
                                1978 Kongres III KBBI
-          Reformasi : 1998 KKN Koalisi
Kedudukan Bahasa Indonesia
1.      Bahasa Nasional
2.      Bahasa Negara
Ciri Umum Bahasa Indonesia :
1.      Berpola S-V-O
2.      Bertipeaglutinasi (Aplikasi/Imbuhan)
3.      Tidak mengenal perubahan bentuk kata untuk menyatakan jender
4.      Tidak mengenal perubahan bentuk kata umum menyatakan banyak
5.      Tidak mengenal perubahan bentuk kata umum menyatakan bentuk waktu
6.      Berstruktur D-M
Kriteria Bahasa yang benar harus berkaidah bahasa :
1.      Tata Bunyi (Fonologi)
2.      Tata Bahasa (Terminologi)
3.      Kosa Kata (Termasuk Istilah)
4.      Ejaan
5.      Kata (Morfologi)
6.      Kalimat (Sintaksis)
7.      Maka (Semantik)
Ciri-ciri Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar :
1.      Efisien
2.      Jelas
3.      Mudah dipahami
4.      Berkaidah
5.      Jelas
6.      Bertanda baca
7.      Baku
8.      Bertautan
9.      Kontekstual
10.  Sopan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar